Wisata Aiq Tawah, Mata Air Tawar Di Pantai Teluk Sepi

Air tawar ialah air yang tidak berasa lawan dari air asin. Merupakan air yang tidak mengandung banyak larutan garam dan larutan mineral di dalamnya. Air tawar juga berarti air yang dapat dan aman untuk dijadikan minuman bagi manusia. Di Dusun Kombang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat terdapat sebuah sumber mata air tawar yang unik. Wajar dikatakan unik karena saat menyebutkan air tawar, orang biasanya merujuk ke air dari sumur, danau, sungai, salju, atau es. Di tempat ini justru mata air ini berada di pantai yang biasanya dapat dipastikan airnya terasa asin. “Aiq Tawah” Masyarakat sekitar biasa menyebutnya.

Aiq tawah (air tawar) adalah sebuah mata air tawar yang ada di pinggir pantai di Teluk Sepi, tepatnya terletak di Dusun Kombang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong. Menurut kepercayaan Masyarakat Sekotong khususnya warga Buwun Mas mempercayai Aiq tawah ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Seperti penuturan mamik suhir salah seorang warga dari Dusun Bengkang kepada KIM Sekotong Jum’at, (29/07). Ia bercerita dengan bahasa lokal. “aku mungk sakit ini doang laengk beroat, anuk tetu mulen manjur sehat trus naengk. Mule naengk siak ndekn tao nguit laguk dimingk wah nggolam sik aik tawah siak arak ksolah idapn” (kalau saya sakit saya pasti berobat kesini, air ini sangat manjur kaki saya langsung sembuh. Awalnya kaki saya tidak bisa digerakkan tetapi setelah usap dan basuh dengan air tawar ini kaki saya langsung terasa enakan.)


Dia juga menambahkan. “Nenek doang jek jari peselahk laguk ini taok syaratn”. ( Allah / Tuhan saja yang menyembuhkan tapi ini hanya sebagai syaratnya). Apa yang diungkapkan oleh Mamiq Suhir tersebut memang merupakan kepercayaan masyarakat sekitar dan sudah dipercayai turun temurun sehingga menjadikannya sugesti.

Terlepas dari semua itu, “aiq tawah” merupakan sebuah fenomena yang langka dan unik, yang apabila dimanfaatkan dapat menjadi potensi wisata atau objek penelitian untuk dapat diuraikan asal muasalnya secara ilmiah. (Fahriani/Ahmad Zaini)

Sumber : www.kimlombokbaratkab.wordpress.com
Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Destinasi