“Dengan dokumentasi ini kita ingin menegaskan kepada semua pihak bahwa Pulau Shopia masuk wilayah Lombok Barat yang secara otomatis wilayah NKRI,” kata Kepala Bagian Humas Pemkab Lombok Barat, Ispan Junaidi, usai pengambilan gambar terakhir di Gerung, Lombok Barat, Selasa (29/3).
Pemda setempat memandang perlu membuat film dokumenter Pulau Shopia yang sekarang bernama Pulau Sepatang tersebut, karena selain sebagai salah satu pulau terluar, pulau tersebut sempat diisukan dimiliki salah seorang warga Australia.
Pulau Shopia Louisa terletak sekitar satu jam perjalanan laut dari Teluk Sepi, Kecamatan Sekotong dengan luas sekitar 300 meter persegi.
Merujuk pada namanya, pulau ini konon ditemukan pertama kali oleh pasangan wisatawan Australia bernama Shopia dan Louisa. Pada 2007 pemerintah Lombok Barat merubah nama pulau itu menjadi Pulau Sepatang melalui SK Bupati Nomor 186/31/Pem/2007. Pulau Shopia dikenal karena potensi bawah laut yang besar.
“Luas tanahnya tidak seberapa, tapi ini menyangkut kedaulatan NKRI, pulau ini adalah salah satu dari 92 pulau terluar di Indonesia,” ungkap Ispan.
Film dokumenter ini bercerita tentang petualangan tiga siswa SMP asal Lombok Barat ke sebuah pulau terluar setelah mengikuti lomba karya tulis tentang Pulau Sepatang. Petualangan ini menyeret mereka ke dalam persoalan serius setelah bertemu dengan seorang gadis asal Australia yang berniat mencari pulau terluar yang pernah ditemukan keluarganya, Shopia Louisa.
Ending film ini adalah pembangunan mercusuar dan pengibaran bendera merah putih oleh kepolisian dan warga masyarakat. Selain Pulau Shopia, Lombok Barat memiliki 9 pulau dan gili (pulau kecil) dengan potensi alam dan biota laut yang menjanjikan.
Tidak jauh dari pulau Sepatang, terdapat Gili Meang yang tengah diincar investor asing untuk pembangunan hotel. Ada pula Gili Sudak yang berpasir putih dan tenang di wilayah Sekotong bagian barat. Wisatawan asing yang kerap datang ke Gili Sudak menamakannya Honeymoon Island. (OL-12/MI)
Source : http://www.sasak.org/2011/03/lombok-barat-buat-film-dokumenter-pulau-terluar/
Referensi lain : http://www.tanahair.info/sophialouisa.html
