Kenapa di Penunjuk Arah tertulis Teluk Sepi? Kami dibikin sedikit penasaran dengan julukan Teluk Sepi-nya. Apakah memang sepi tanpa penghuni? ataukah hanya julukan?
Lalu dari pertigaan kecamatan Sekotong, untuk mencapai tempat ini hanya berjarak 8 Km ke arah selatan dengan akses jalan yang sudah mulus dan waktu tempuh kurang lebih 30 menit saja. Jalanan yang naik turun dan berkelak kelok dengan jalur khas pegunungan akan membuat Anda merasa sedikit tertantang dan penasaran. Kehidupan masyarakat sekitar yang masih tergolong pedesaan dengan nuansa bukit bukit yang dijadikan lahan bercocok tanam juga akan menghiasi sepanjang perjalanan Anda.
Setelah melewati turunan berkelok sepanjang 2 Km, Anda akan sampai di sebuah pertigaan Pasar "Bawaq Ngitaq", dimana kalau berlanjut ke kanan Anda akan menuju ke jalur Belongas dan Teluk Panggang. Jalannya rusak dan berkelok kelok. Karena team kami merasa sedikit ngeri dan kurang terbiasa dengan jalanan berbatu, akhirnya kami berbalik arah, kembali ke pertigaan pasar Bawaq Ngitaq lalu belok kanan menuju jalur Pantai Pengantap (konon jalannya tembus ke Lombok Tengah bagian Penujak sana). Sesaat berhenti sambil ngopi ngopi diwarung, akhirnya kami berinisiatif masuk ke wilayah pantai yang terlihat elok dari jalanan.
Pantai Teluk Sepi. Ya, Pantai ini dijuluki Teluk Sepi, bernuansa sejuk, tenang, dengan view Gili di seberang sana yang katanya ada sebuah Hotel Jepang, terlihat sangat dekat. Di antara pesisir tempat kami bermain dengan Gili yang dimaksud ada beberapa kapal besar dari Madura menginap berminggu minggu memanen ikan ikan besar di wilayah ini.
Setelah sempat berdiskusi singkat dengan penduduk daerah ini, akhirnya terungkap bahwa disini memang dulunya sepi tanpa penghuni, namun karena adanya tambang emas rakyat yang sekarang menjadi sumber mata pencaharian penduduk, wilayah ini menjadi ramai dan maju. Rumah rumah yang besar, usaha dan pertokoan yang beraneka macam menghiasi pinggiran jalanan kampung ini.
Kami berinisiatif menginap setelah seorang penduduk mengajak kami bermalam di rumahnya untuk menikmati "panen cumi cumi" malam harinya. Setelah beristirahat sejenak, sekitar jam 03.00 Pagi kami dibangunkan oleh pemilik rumah, Acara besar pun tiba. Ngga perlu ikut melaut, cukup menunggu mereka datang, membantu menurunkan hasil melaut, membantu menarik sampan ke pinggiran dan kami-pun berpesta pora dengan cumi cumi bakar segar yang nyam nyam nyam, sangat gurih.
Paginya, tim kami jalan jalan sepanjang pantai teluk sepi menikmati udara pagi yang segar dan alami. Beberapa kegiatan dan nuansa alami daerah ini sempat kami jepret dan kami abadikan, sungguh luar biasa. Sangat indah !!!
Setelah matahari menanjak, kami pun berpamit dan berbalik arah pulang ke Mataram. Sebenarnya ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah timur ke Pantai Pengantap, lalu tembus Lombok tengah dan berputar kembali ke Mataram melalui jalur Selong Belanak nya. Namun karena beberapa team yang harus kerja dan kuliah sore harinya, kami pun kembali ke Mataram dengan membawa sejuta kekaguman. Sungguh wilayah yang masih orisinil, keindahannya menyamai keindahan lajur pantai ke Utara.
Namun sayangnya, pemerintah sepertinya kurang memperhatikan wilayah ini, sehingga infrastruktur penunjang wisata sangatlah minim.
Penulis : Zakaria
Link : www.jackysanlombok.blogspot.com
Dipublikasikan pertama kali di merdeka.com di link berikut :
https://www.merdeka.com/ireporters/gaya/pantai-teluk-sepi-yang-sepi-indah-memukau.html