Beberapa tahun berjalan kondisi desa Buwun Mas mulai membaik, Masyarakat sudah mulai melek dengan pendidikan. Akses jalan mulai diperbaiki meskipun akses listrik belum masuk namun masyarakat sudah mendapatkan bantuan listrik tenaga surya yang sangat membantu penerangan masyarakat. Memang tak mudah membangun desa yang memiliki topografi seperti desa Buwun Mas, dimana desa ini memiliki luas wilayah 51.9 km2.
Secara umum berada pada kelas ekonomi kebawah mengingat tanah di desa Buwun Mas sebagian besar bukan lahan yang subur untuk pertanian karena daerahnya adalah tadah hujan. Sebagian lainnya juga masyarakat adalah nelayan, disisi lain masyakarat desa Buwun Mas juga memiliki SDM rendah, Hal ini menjadi tantangan besar Rohidi dalam memajukan desa, namun perlahan tapi pasti desa Buwun Mas mulai berubah berkat keuletan dan kegigihannya.
Rochidi, yang dekat dengan masyarakat terus berjuang memperbaiki desa kelahirannya meski banyak aral yang melintang. Ia dikenal memiliki banyak pengalaman di bidang pemerintahan. Karir pemerintahannya dimulai dari tahun 1996-1998 dengan menjadi tenaga Honorer di Kecamatan Sekotong, Pada tahun 2002-2004 Rohidi kemudian sekdes di Desa Buwun Mas. Selama periode itu kepada desa Buwun Mas terpilih saat itu mengundurkan diri kemudian Rohidi naik menjadi Plt Kades sampai kemudian pada tahun 2004-2009 beliau terpilih untuk memimpin desa Buwun Mas secara Definitif.
Di samping sarat pengalaman pemerintahan, Rohidi juga aktif di bidang organisasi politik, yaitu sebagai sekretaris partai Golkar kecamatan Sekotong, sejak tahun 1997-1999, 1999-2004. Beliau juga menjadi sekretaris AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) tahun 1997-2004. Beliau juga pernah menjadi pengurus AKAD tahun 20014-2009. Dan juga aktif di LIC (komunitas sosial masyarakat) tahun 2010.
Perlahan desa Buwun Mas kemudian mulai nampak lebih baik pada periodenya, Tiga tugas pokok yang diemban Kepala Desa waktu itu, baik di bidang Pemerintahan, Pembangunan (Fisik - Non Fisik), sosial Kemasyarakatan mulai dijalankannya, seperti penataan administrasi di bidang pertanahan melalui SISMIOP, pemekaran dusun, peningkatan SDM Perangkat Desa, Lembaga Pemerintahan Desa yaitu LINMAS, Karang Taruna, PKK, BPD, LPM dan PKBM dimaksimalkan kembali guna menyentuh lapisan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Lebih lanjut Rochidi mengatakan tahun 2009 menjadi akhir pemerintahan Rochidi yang kemudian memilih bergelut di bidang swasta, sampai akhirnya tahun 2016 merasa terpanggil untuk kembali membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik.
Buwun mas memiliki potensi yang besar khususnya di bidang pariwisata yang masih belum bisa dimaksimalkan. Jika saya terpilih, saya akan berjuang memaksimalkannya agar desa Buwun Mas menjadi lebih maju dan berjuang mewujudkan masyarakat adil, sejatera, bermartabat, Aman, Religius, dan Unggul atau BUWUN MAS BARU" tutupnya.
Sumber : Koran Post Kota Lombok
Rochidi, yang dekat dengan masyarakat terus berjuang memperbaiki desa kelahirannya meski banyak aral yang melintang. Ia dikenal memiliki banyak pengalaman di bidang pemerintahan. Karir pemerintahannya dimulai dari tahun 1996-1998 dengan menjadi tenaga Honorer di Kecamatan Sekotong, Pada tahun 2002-2004 Rohidi kemudian sekdes di Desa Buwun Mas. Selama periode itu kepada desa Buwun Mas terpilih saat itu mengundurkan diri kemudian Rohidi naik menjadi Plt Kades sampai kemudian pada tahun 2004-2009 beliau terpilih untuk memimpin desa Buwun Mas secara Definitif.
Di samping sarat pengalaman pemerintahan, Rohidi juga aktif di bidang organisasi politik, yaitu sebagai sekretaris partai Golkar kecamatan Sekotong, sejak tahun 1997-1999, 1999-2004. Beliau juga menjadi sekretaris AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) tahun 1997-2004. Beliau juga pernah menjadi pengurus AKAD tahun 20014-2009. Dan juga aktif di LIC (komunitas sosial masyarakat) tahun 2010.
Perlahan desa Buwun Mas kemudian mulai nampak lebih baik pada periodenya, Tiga tugas pokok yang diemban Kepala Desa waktu itu, baik di bidang Pemerintahan, Pembangunan (Fisik - Non Fisik), sosial Kemasyarakatan mulai dijalankannya, seperti penataan administrasi di bidang pertanahan melalui SISMIOP, pemekaran dusun, peningkatan SDM Perangkat Desa, Lembaga Pemerintahan Desa yaitu LINMAS, Karang Taruna, PKK, BPD, LPM dan PKBM dimaksimalkan kembali guna menyentuh lapisan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Lebih lanjut Rochidi mengatakan tahun 2009 menjadi akhir pemerintahan Rochidi yang kemudian memilih bergelut di bidang swasta, sampai akhirnya tahun 2016 merasa terpanggil untuk kembali membangun tanah kelahirannya menjadi lebih baik.
Buwun mas memiliki potensi yang besar khususnya di bidang pariwisata yang masih belum bisa dimaksimalkan. Jika saya terpilih, saya akan berjuang memaksimalkannya agar desa Buwun Mas menjadi lebih maju dan berjuang mewujudkan masyarakat adil, sejatera, bermartabat, Aman, Religius, dan Unggul atau BUWUN MAS BARU" tutupnya.
Sumber : Koran Post Kota Lombok